Modul SMK, Akuntansi, Keislaman, Tarbiyah, Motivasi dan Inspirasi

Bisnis Online yang menepati janji dan bukan Tipuan. Mari Bergabung...

Stres bisa menimpa siapa saja, termasuk Anda dan saya. Kebetulan dalam rombongan saya, ada psikolog Muhammad Iqbal –dari Jakarta kami berangkat bersama angota rombongan yang lain, yaitu ada pak Parni Hadi (mantan Direktur Utama RRI) dan Aldi Taher (artis). Dari mas Iqbal inilah saya banyak mendapat ilmu tentang stres.
Bagaimana agar stres tidak mendatangi kita? Pertama, tingkatkan keahlian. Stres bisa disebabkan karena beban kerja yang melebihi keahlian yang dimiliki orang tersebut. Bagi Anda yang karir atau tuntutan kehidupannya meningkat tetapi tidak diiringi dengan keahlian atau kemampuan yang meningkat, maka siap-siaplah stres akan menghampiri Anda. Berhenti belajar adalah pintu menuju stres yang berkepanjangan.
Kedua, biasakan mengambil hikmah dari setiap kejadian. Apapun yang terjadi pada kita pasti ada hikmahnya. Temukan dan ambillah hikmah dari semua kejadian. Anda tidak akan mungkin bisa mengambil hikmah yang mendalam apabila pikiran dan hati Anda gelisah. Ingat dan mendekatlah kepada Tuhanmu untuk mendapat ketenangan. Saat tenang itulah Anda bisa berpikir jernih untuk menemukan hikmah di balik kejadian.
Ketiga, milikilah banyak kegiatan. Aktivitas yang rutin dan monoton akan membuat Anda cepat stres. Variasi aktivitas akan menghindari kejenuhan dan menurunkan tekanan pekerjaan. Lelah karena banyak aktivitas itu lebih baik dibandingkan santai hanya karena satu aktivitas yang rutin dan mononton. Mengapa? Sebab lelah karena banyak aktivitas akan lebih cepat pulih setelah istirahat, sementara santai tapi stres itu penyembuhannya memakan waktu yang lama.
Jadi, segeralah lakukan tiga hal tersebut di atas sebelum Anda tertawa sendiri lalu tiba-tiba menangis sendiri. Sebarkan tulisan ini kepada orang-orang yang Anda cintai agar mereka tersenyum saat bertemu Anda, bukan tersenyum ketika mereka sedang seorang diri…

On Label: , | 0 Comment

Setelah berusaha dan berdoa.. akhirnya saya beranikan mengaploud jawaban ini sebagai bentuk alternasi buat temen2 semua. silakan di download DI SINI

On Label: | 0 Comment

Prinsip Akuntansi berterima umum....SELENGKAKAPNYA SILAKAN DOWNLOAD DI SINI

On Label: , | 0 Comment

Contoh jurnal ilmiah akuntansi dapat di download di sini

On Label: | 0 Comment

 SIlakan Dwnoload di sini untuk Kas Kecil Silakan download di sini untuk file soal siklus akuntansi SOAL SIKLUS AKUNTANSI

On Label: , | 0 Comment

 


"Barangsiapa mengerjakan shaIat Shubuh secara berjama’ah, lalu duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit dan shalat dua raka'at, maka ia mendapatkan pahala haji dan umrah secara utuh, utuh, dan utuh.”

Takhrij Hadits

Hadits di atas diriwayatkan At-Tirmidzi di As-Sunan, Kitab Ash-Shalati, Bab maa Dzakar mimma Yustahabbu min al-julusi fi Al-Masjid ba'da Shalati Ash-Shubhi hatta That'lu'a Asy-Syamsu, 3 / 793-194, hadits nomer 583 (Tuhfatu Al-Ahwadzi bi Syarhi Jami' At-Tirmidzi, Al-Mubarakfuri), dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu.

Setelah meriwayatkan hadits tersebut, At-Tirmidzi berkata, "Hadits ini hasan gharib."

Al-Mubarakfuri berkata, "Hadits ini dianggap hasan oleh At-Tirmidzi dan di sanadnya terdapat perawi bernama Abu Dzilal, yang dipermasalahkan. Tapi, hadits tersebut punya sejumlah hadits penguat dan At-Tirmidzi menyebutkan hadits-hadits penguat tersebut."

Hadits bab ini juga disebutkan Al-Albani di Shahih Al-Jami' Ash-Shaghir, 5/313, hadits nomer 6222 dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu.

Makna Hadits

Orang Muslim di dunia ini lemah tidak berdaya jika mengandalkan tenaga dan kekuatannya. Dan, ia kuat jika dengan daya dan kekuatan Allah ta'ala. Karena itu, ia dituntut punya waktu-waktu khusus untuk mengevaluasi dirinya, bermunajat kepada Tuhannya, dan memperbarui perjanjiannya dengan Tuhannya.

Bertitik tolak dari hal ini, maka shalat lima waktu dan pesan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kepada orang Muslim di hadits bab ini terasa sekali urgensinya. Ya, ia hendaknya mengerjakan shalat Shubuh secara berjama'ah, lalu duduk guna berdzikir kepada Allah ta'ala hingga matahari terbit (dalam arti waktu makruh shalat sunnah telah hilang), lantas ia mengerjakan shalat Dhuha sebanyak dua raka'at. Jika itu ia kerjakan, ia meraih pahala seperti pahala yang diperoleh orang yang melakukan haji dan umrah, secara utuh, tanpa kurang sedikit pun.

Ada sejumlah hadits tentang keutamaan menghidupkan waktu antara setelah shalat Shubuh hingga matahari terbit dengan dzikir dan shalat. Di antaranya sebagai berikut:

1. Diriwayatkan dari Sahl bin Muadz bin Anas Al-Juhani dari ayahnya bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa duduk di tempat shalatnya usai melakukan shalat Shubuh hingga ia mengerjakan shalat Dhuha sebanyak dua rakaat, tanpa mengucapkan apa-apa kecuali yang baik, maka dosa-dosanya diampuni, kendati lebih banyak dibandingkan buih di laut.” (HR Abu Dawud, Ahmad)

2. Diriwayatkan dari Jabir bin Samurah radhiyallahu anhu bahwa usai mengerjakan shalat Shubuh, maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam duduk di tempat beliau shalat hingga matahari terbit dengan baik. (HR Muslim)

3. Diriwayatkan dari Abu Umamah radhiyallahu anhu yang berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

"Barangsiapa nengerjakan shalat Shubuh secara berjama'ah lalu duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, dan mengerjakan shalat dua raka'at, ia pulang dengan membawa pahala haji dan umrah."

Dan hadits-hadits lainnya.

Hikmah Hadits Ditinjau dari Aspek Dakwah dan Aspek Tarbiyah

Ada banyak hal yang bisa dipetik dari hadits bab ini ditinjau dari aspek dakwah dan aspek tarbiyah. Diantaranya sebagai berikut:

1. Urgensi memaksimalkan waktu antara shalat Shubuh hingga matahari terbit dengan melakukan dzikir, shalat, dan lainlain jika orang Muslim tidak kelelahan, atau sakit, atau tidak punya urusan penting. Ada baiknya ia mengetahui hal-hal berikut agar semangatnya terjaga:

a. Ia tahu waktu antara shalat Shubuh hingga matahari terbit adalah waktu yang paling bermanfaat untuk kesehatan badannva dibandingkan waktu-waktu lainnya. Minimal, ia bisa menghirup udara segar dan baru yang tidak terpolusi oleh kemaksiatan dan dosa manusia.

b. Ia tahu waktu antara shalat Shubuh hingga matahari terbit seperti dikatakan di salah satu hadits, adalah waktu pembagian rizki kepada seluruh makhluk dan setiap makhluk diberi jatah rizqi sesuai dengan kadar tenaga dan keringat yang ia keluarkan.

c. Ia tahu pahala besar yang diberikan Allah tabaraka wata'ala kepada orang yang mengisi waktu antara shalat Shubuh hingga matahari terbit dengan beragam ibadah (ketaatan), seperti dinyatakan hadits bab ini.

d. Ia tahu generasi salaf adalah generasi yang amat peduli dengan waktu antara shalat Shubuh hingga matahari terbit kendati harga yang harus mereka bayar amat mahal.

Umar bin Abdul Aziz radliyallahu anhu selalu mengisi waktu antara shalat Shubuh hingga matahari terbit dengan melakukan sejumlah ibadah (ketaatan). Jika ia diserang rasa kantuk, ia berjalan di halaman rumahnya sambil berkata, "Bagaimana mata tidur nyenyak tanpa tahu di tempat mana ia singgah (setelah mati)?"

2. Urgensi orang Muslim mengerjakan shalat Dhuha sebelum beranjak dari tempat ia mengerjakan shalat Shubuh, karena disebutkan di hadits bahwa shalat Dhuha itu bentuk syukur kepada Allah ta'ala atas nikmat sehat. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Setiap persendian nanusia punya kewajiban bersedekah pada setiap pagi. Salam yang ia ucapkan kepada orang yang ia temui adalah sedekah, upayanya menyuruh yang baik adalah sedekah, upayanya melarang kemungkaran adalah sedekah, usahanya menyingkirkan hal-hal yang mengganggu dari jalan adalah sedekah, dan ia menggauli istrinya adalah sedekah. Dan, itu semua bisa diganti dengan dua raka'at shalat Dhuha." (HR Abu Dawud, Ahmad)


*sumber: Taujihat Nabawiyah ala Ath-Thariq (DR As-Sayyid Muhammad Nuh)

On Label: | 0 Comment

Oleh Teguh Setiawan*

Aung San Suu Kyi dipastikan kehilangan dukungan dari semua etnis minoritas dan Burma di Myanmar jika berani membela Muslim Rohingya.

Tanyakan kepada Aung San Suu Kyi, tokoh gerakan demokrasi Myanmar yang dipuja aktivis dunia--termasuk di Indonesia--di manakah genosida terlama dalam sejarah umat manusia?

Jika cukup jujur, Aung San Suu Kyi pasti menjawab, “Di Myanmar.“ Namun, apa yang dilakukan Suu Kyi ketika mendengar kabar pembantaian Muslim Rohingya oleh kelompok ekstremis Rakhine? Membisu.

Isu pembantaian Muslim Rohingya menempatkan Suu Kyi pada posisi sulit. Ia telanjur telah menempuh jalan kooperatif; ikut pemilu, dan mendapatkan kursi di parlemen yang membuatnya melunak.

Sikap keras atau setidaknya mengkritik pembantaian itu hanya akan membuat Suu Kyi kembali terusir dan menghilangkan peluangnya menjadi orang nomor satu di Myanmar. Suu Kyi tampaknya telah memilih tidak bersikap terhadap nasib Muslim Rohingya meski tindakan itu sama halnya dengan mengkhianati cita-cita yang diwariskan Jenderal Aung San, ayahnya.

Lebih ironis lagi, Suu Kyi adalah pemenang Nobel Perdamaian 1991, tapi tidak melakukan apa pun untuk menghentikan kekerasan di negaranya. Ia lebih suka menikmati tur ke Eropa, seperti selebritas yang berbulan madu.

Kekerasan terbaru 

Awal Juni 2012, pengadilan distrik Kyaukphyu Barat, negara bagian Rakhine atau Arakan, mengadili dua orang Muslim Rohingya. Tuduhannya adalah memerkosa seorang wanita Buddha dan membunuhnya. Satu tersangka lainnya tewas gantung diri sebelum diajukan ke pengadilan.

Myanma Ahlin, koran pemerintah, memberitakan, pemerkosaan dan pembunuhan terjadi pada 28 Mei. Segera setelah pemberitaan atas peristiwa itu, masyarakat Buddha melakukan aksi balas dendam. Mereka menyerbu sebuah bus dan membunuh 10 Muslim Rohingya.

Hari-hari berikutnya, eskalasi kekerasan meningkat. Etnis Rakhine yang beragama Buddha menyerang desa-desa Rohingya, membantai penduduknya, dan membakar rumahrumah mereka. Seluruh mayat Muslim Rohingya diangkut untuk dibakar di suatu tempat.

Kekerasan tidak hanya terjadi di Distrik Kyaukphyu, tapi juga di kotakota, Taunggok, Maungdaw, dan Sittwe, yang menyebabkan 54 Muslim Rohingya tewas dan lainnya melarikan diri ke perbatasan Bangladesh.

Kaladan News melaporkan, Tatmadaw, tentara Pemerintah Myanmar, memerkosa 11 Muslimah Rohingya, merampas harta, emas perak, dan barang berharga milik penduduk Muslim. Di selatan Maungdaw, tentara meminta penduduk menyediakan 50 ribu kyat seraya mengancam membunuh seluruh dari mereka.

Saw Maung, seorang Buddha Rakhine, memimpin penjarahan terhadap Desa Nurullah. Para polisi dan militer Myanmar sama sekali tak berusaha mencegah.

Media Myanmar menyebut Rohingya sebagai teroris dan mempropagandakan pembersihan Muslim dari Arakan. Pemerintah Myanmar menolak memberikan jaminan keamanan ketika petugas PBB berniat mengunjungi Rakhine untuk membagikan makanan.

Akibatnya, ribuan Muslim Rohingya melarikan diri ke perbatasan Bangladesh. Sebagian masuk ke kamp pengungsi Lada, selatan Bangladesh. Kamp ini dikelola LSM Muslim Inggris yang setiap saat menyediakan makanan dan obat-obatan.

Kamp terlalu kecil. Akibatnya, sebagian besar dari mereka diusir pihak berwenang Bangladesh karena dianggap ilegal. Banyak dari mereka yang menjalani hukum jemur di atas pasir pantai yang panas sebelum dihalau kembali ke Arakan.

Mohammed Islam, salah seorang Muslim Rohingya yang melarikan diri lewat laut menuju Bangladesh, mengatakan, “Helikopter Bangladesh menembaki kami untuk memaksa kami kembali ke Arakan.“ Nahida Begum, wanita usia 10 tahun, melompat ke laut dan berenang ke pantai setelah perahu yang membawa mereka berbalik dan kembali ke Myanmar.

Mereka yang kembali ke Arakan atau Rakhine hidup dalam ketakutan dan kelaparan. Tidak diketahui berapa dari mereka yang bisa tahan dalam kondisi mengenaskan seperti itu. Mereka hanya berharap bantuan internasional.


Dilema Suu Kyi 

Tidak ada yang bisa dilakukan Muslim Rohingya. Mereka yang berani melawan akan cepat menemui ajal. Yang melarikan diri menderita sedemikian rupa sebelum menemui kematian. Yang beruntung, jumlahnya sangat sedikit, bisa tinggal sementara di kamp-kamp pengungsian tak layak huni.

Jauh di luar negeri, kelompokkelompok Muslim Rohingya di pengasingan berupaya membuka mata dunia akan adanya genosida--pemusnahan sistematis terhadap satu kaum. Asosiasi Rohingya Birma, kelompok Muslim Rohingya di Thailand, menulis surat kepada Aung San Suu Kyi untuk berbicara dan menghentikan pembantaian.

“Tahun 1946, Jenderal Aung San mengunjungi kami,“ tulis Maung Kyaw Nu, presiden Asosiasi Rohingya Birma di Thailand, dalam suratnya kepada Suu Kyi. Jenderal Aung San mengatakan, “Kami beri cek kosong.
Silakan bekerja sama dengan kami.“

Jenderal Aung San, masih menurut Kyaw Nu, menjanjikan hak yang sama kepada Muslim Rohingya. “Kini, kami menagih janji itu kepada Aung San Suu Kyi, putri Jenderal Aung San. Kami hanya ingin Aung San menghentikan pembantaian,“ tulis Kyaw Nu.

Kyaw Nu memublikasikan surat ini di situs http://www.irrawaddy.org pada 24 Mei 2012. Reaksi dari Myanmar, terutama etnis Burma, lumayan heboh dan sedemikian banyak. Ada yang memberikan analisis menarik mengenai sikap diam Suu Kyi terhadap pembantaian Muslim Rohingya.

“Suu Kyi akan kehilangan dukungan dari semua etnis minoritas di Myanmar, Kachin, Mon, Shan, Chin, Kayah, Kayin, Rakhine, dan sebagian besar etnis mayoritas Burma, jika mengeluarkan komentar soal pembantaian ini,“ tulis salah seorang mahasiswa di Yangoon, ibu kota Myanmar.

Lainnya menulis, “Kami yakin Aung San Suu Kyi tidak akan gegabah. Ia tahu Rohingya adalah ancaman masa depan negara dan agama kami.“ Pe Kyaw Htin, seorang mahasiswa di Yangoon, menulis, “Siapa pun yang menerima Rohingya sebagai bagian dari Myanmar, akan menjadi musuh kami.“

Tidak ada yang tahu berapa jumlah Muslim Rohingya di Arakan atau Rakhine State. Perhitungan badan-badan internasional menyebutkan, Muslim Rohingya berjumlah antara 690 ribu sampai 1,5 juta. Namun, organisasi Muslim Rohingya di luar negeri mengklaim jumlah lebih dari dua juta.

Yang pasti, Rohingya pernah menjadi minoritas terbesar di Myanmar. Sampai 1962, ketika rezim di Yangoon--dulu bernama Rangoon-masih mengakui mereka sebagai bagian integral Myanmar (dulu Burma), jumlah mereka melebihi Rakhine, komunitas pemeluk Buddha di Arakan.

Selepas 1962, setelah serangkaian pembantaian, pembatasan kelahiran, eksodus besar-besaran hampir setiap tahun, Muslim Rohingya mengalami penurunan drastis. Banyak dari mereka melarikan diri lewat laut menuju Australia, Amerika, atau terdampar di banyak negara lainnya.

Pada awal kemerdekaan, Jendeal Aung San masih melihat Muslim Rohingya sebagai minoritas strategis yang harus dirangkul sebagai upaya melemahkan posisi Inggris. Un Nu yang berkuasa di Myanmar sampai 1962 merasa perlu merangkul Muslim Rohingya dan memanfaatkan kekuatan ekonominya.

Setelah Un Nu terguling dan Jenderal Ne Win memimpin Myanmar, dimulailah kampanye pengingkaran Muslim Rohingya sebagai bagian Myanmar. Kampanye yang disertai pembantaian sistematis berlangsung sedemikian masif dari tahun ke tahun.

Kampanye masif itu sebagai bagian dari politik xenofobia dan Burmanisasi sukses menanamkan kebencian terhadap Muslim Rohingya di belakang kepala setiap anakanak Myanmar yang baru lahir. Dalam situasi seperti ini sangat tidak mungkin bagi Aung San Suu Kyi yang relatif berjuang untuk menegakkan politik dinasti menyelamatkan Muslim Rohingya.

Adalah tidak keliru jika Medicines san Frontiers, sebuah LSM kesehatan asal Prancis, menempatkan Muslim Rohingya sebagai satu dari 10 etnis minoritas di dunia yang berada dalam bahaya kepunahan.

*REPUBLIKA (4/7/2012, Teraju)

On Label: , | 0 Comment


Ramadhan 1433 H sebentar lagi akan tiba. Agar kita semangat dan siap menyambutnya, motivasi mengenaiKeutamaan Ramadhan patut untuk kita pahami bersama. Berikut ini taujih Hasan Al Banna bertema Keutamaan Ramadhanyang beliau sampaikan dalam forum Hadits Tsulatsa:

Kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT. Kita ucapkan shalawat dan salam untuk junjungan kita Nabi Muhammad, juga untuk segenap keluarga dan sahabatnya, serta siapa saja yang menyerukan dakwahnya hingga hari kiamat. Amma ba'du. Assalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Ikhwan sekalian, ini adalah malam yang agung lagi mulia. Kita sedang berada di dalamnya dan menikmatinya karena ia adalah wahana bersatunya hati yang saling menolong dalam ketaatan kepada Allah dan dalam rangka mencari ridha Allah. Saya tidak melupakan sentuhan yang tampak di hadapan saya, menggetarkan perasaan saya, dan mempengaruhi jiwa saya.

Kemarin saya berjalan-jalan bersama seorang akh. Kami memperbincangkan hal-hal biasa dan umum. Di sela-sela pembicaraan, akh ini mengingatkan bahwa sekarang hari Senin, dan besok hari Selasa. Sungguh menggembirakan dan mengesankan, ketika ia berbicara mengenai perasaan aneh yang muncul pada dirinya. Dengan bersahaja dan nada datar, ia berkata, "Saya sering menghitung-hitung kedatangan malam tersebut karena kerinduan untuk berjumpa dengan saudara-saudara saya." Kemudian ia melanjutkan perkataannya, "Sekarang saya mengeahui hikmah hari Jum'at dan shalat Jum'at, yang banyak di antara kaum muslimin tidak memperhatikan rahasianya. Andaikata mereka serius memperhatikan hari Jum'at dan shalat Jum'at, tentu keadaan mereka tidak sebagai mana sekarang. Ketika mewajibkan pertemuan-pertemuan ini, Islam melihat tujuan-tujuan luhur di dalamnya yaitu pertemuan jiwa dan hati yang ikhlas pada hari Jum'at untuk melaksanakan shalat Jum'at. Sayangnya, manusia melaksanakan shalat Jum'at sekedar sebagai pelaksanaan kewajiban, yang barangsiapa telah melaksanakannya, gugurlah kewajiban tersebut darinya dan barangsiapa belum melaksanakannya maka ia mendapatkan hukuman. Adapun hikmah yang ada di balik itu telah dilupakan oleh kaum muslimin sehingga pertemuan hari Jum'at menjadi sebuah pertemuan reflek saja, dan hanya tempat berjumpa secara fisik, selanjutnya bubar, sedangkan jiwa mereka tidak berjumpa dan hati mereka tidak bersatu."

Akh tersebut mulai berbicara panjang lebar, sedangkan saya sedikit kurang perhatian terhadap pembicaraannya, karena ia telah menghujani saya dengan dua sentuhan. Pertama, kegembiraan karena kaum muslimin mulai mengetahui faedah pertemuan ini, yaitu pertemuan hati dan jiwa. Inilah yang menggembirakan dan membahagiakan saya, sekaligus membuat saya kurang memperhatikan isi pembicaraannya.

Kedua, saya khawatir jika waktu berlalu terlalu lama sementara mereka belum juga mengetahui hikmah tersebut, sehingga mereka memahami Selasa hanya sebagai hari pelajaran, melupakan hikmah di balik itu yaitu tolong-menolong dalam rangka menggapai ridha Allah SWT.

Kita memohon kepada Allah SWT agar mempertemukan kita di dalamnya atas landasan cinta karena-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar doa.

Ikhwan sekalian, saya pandang bahwa saya perlu mengingatkan masalah Ramadhan, karena kita berada di ambang pintu Ramadhan dan hampir menyibukkan diri dalam kewajiban-kewajiban kita di dalamnya. Ramadhan adalah bulan barakah, rahmat, dan kebahagiaan. Betapa perlunya manusia merenung sejenak untuk bersiap-siap menyambutnya berikut kebaikan-kebaikan yang dikandungnya. Ia merupakan bulan yang dihormati di masa jahiliah, dan ketika Islam datang semakin dihormati dan dimuliakan. Di bulan ini Allah menurunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia. Betapa perlunya kita menenangkan dan menyadarkan jiwa tentang hak Ramadhan sebelum menjumpainya.

Ikhwan sekalian, Allah SWT menjadikan bulan ini sebagai bulan yang agung, memberikan keistimewaan yang banyak sekali kepadanya, serta menjadikannya sebagai salah satu fase kehidupan yang paling berharga dan salah satu stasiun perjalanan di atas jalan hidup yang lurus. Pada bulan itu seorang muslim mencurahkan sebagian besar perhatiannya kepada Allah, akhirat, dan peningkatan ruhani sebelum peningkatan materi. Ia adalah bulan ruhani, bulan kebersihan jiwa, bulan munajat, serta waktu untuk menghadap kepada Allah, memohon pertolongan dari Yang Mahatinggi lagi Mahabesar, dan menjalin hubungan dengan Al-Mala'ul A'la.

Ia adalah bulan yang mempunyai keistimewaan.


شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kalian hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kalian, supaya kalian bersyukur.(QS. Al-Baqarab: 185)

Ada pemancing perhatian yang indah dan kenikmatan yang luar biasa, yaitu dihubungkannya kandungan ayat ini dengan ayat yang lain.


وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqarah: 186)

Kemudian ayat ini dilanjutkan lagi dengan ayat lain:


أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ

Dihalalkan bagi kalian pada malam hari puasa bercampur dengan istri-istri kalian; mereka itu adalah pakaian bagi kalian dan kalian pun adalah pakaian bagi mereka. (QS. Al-Baqarah: 187)

Ayat mulia ini datang di sela-sela hukum-hukum puasa.


كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ

Diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian. (QS. Al-Baqarah: 183)

Kemudian,


أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ

Dihalalkan bagi kalian pada malam hari puasa bercampur dengan istri-istri kalian. (QS. Al-Baqarah: 187)

Dengan serasi dan sempurna ayat ini berhubungan dengan ayat puasa. Kemudian di antara keduanya Allah SWT mendat angkan ayat lain.


وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku. (QS. Al-Baqarah: 186)

Hakikat agung yang terkandung di dalamnya adalah bahwa Allah SWT mendorong kita untuk bermunajat dan memohon kepada-Nya pada saat jiwa dalam keadaan paling dekat kepada Rabb-Nya.


لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Agar mereka selalu berada dalam kebenaran (QS. Al-Baqarah: 186)

Bulan Ramadhan adalah bulan permohonan, munajat, hidayah, dan petunjuk kebenaran. Hendaklah orang yang berpuasa menggembleng diri di dalamnya dan menjauhkannya dari urusan materi, agar kemanusiaannya meningkat dan bersambung dengan Rabb-nya.

Banyak hadits yang menarik manusia agar memperhatikan keutamaan bulan ini, ketinggian kedudukannya, kemuliaan hari-harinya, dan besarnya nilai taubat di dalamnya, sehingga memacu kaum muslimin untuk menyiapkan diri menjumpainya serta menyadari bahwa perniagaan di dalamnya pasti mendatangkan keuntungan. Waktu-waktu yang akan berlalu di dalamnya sangat berharga, dan kesempatan yang ada merupakan kesempatan emas.

"Wahai pencari kejahatan berhentilah
dan wahai pencari kebaikan kemarilah!"


Hendaklah kaum muslimin mengingatkan diri mereka dengan sabda beliau SAW:

Tiada hari yang merekah fajar padanya kecuali berseru, 'Hai anak Adam, aku adalah makhluk baru yang menyaksikan amal perbuatan-mu. Maka ambillah bekal dariku, karena aku tidak akan kembali sampai hari kiamat."

Ikhwan sekalian, hendaklah Anda benar-benar berusaha agar tidak ada waktu yang berlalu tanpa amal shalih. Jika Anda lalai, hendaklah kalian segera menyadari kelalaian Anda. Suatu ketika Hanzhalah ra. menemui Abu Bakar Ash-Shiddiq ra., dan berkata, "Abu Bakar, saya melihat keadaanku sebagaimana keadaan orang-orang munafik." Abu Bakaf lnenjawab, "Mengapa?" Hanzhalah berkata, "Bukankah ketika bersama Rasulullah SAW ruh kita menjadi lembut dan jiwa kita meningkat, tetapi jika kita meninggalkan beliau keadaan menjadi berubah-ubah?" Maka Abu Bakar berkata, "Marilah kita datang kepada Rasulullah SAW!" Nabi SAW bersabda, "Andaikata keadaanmu sebagaimana ketika di hadapanku, niscaya para malaikat akan menjabat tanginmu. Tetapi, sewaktu-waktu."

Jadi, terapi atas kelengahan adalah mengingat-ingat, introspeksi diri, dan senantiasa menjalin hubungan dengan Allah SWT.


إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ

Sesungguhnya oran-orang yang bertaqwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. (QS. Al-A 'raf: 201)

Bila setan berhasil menimpakan kelalaian pada hati kita dan menjauhkan kita dari sebagian kebaikan, maka hendaklah kita lebih merrperserius perjalanan, mengerahkan upaya, dan menghadap kepada Allah.


وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ

Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya. (QS. Asy-Syura: 25)

Hendaklah manusia melakukan persiapan dengan senantiasa bertaubat, memohon ampun, dan meninjau lembaran-lembaran masa lalu. Apabila kita mendapatkan kebaikan, kita memuji Allah, dan apabila kita mendapatkan keburukan, kita meninggalkannya seraya bertaubat kepada-Nya. "Wahai pencari keburukan, berhentilah!"

Jika dalam sehari Rasulullah SAW bertaubat seratus kali, sedangkan sebagaimana Anda tahu, Allah telah mengampuni segala dosa beliau yang lalu maupun yang akan datang, maka bagaimana pendapat Anda tentang orang yang diliputi oleh perbuatan maksiat dari segala penjuru serta tenggelam dalam kesenangan dan syahwatnya. Maka kewajiban kita adalah memperbanyak istighfar apalagi kita berada dalam bulan suci. Kita menghadap kepada Allah dengan keimanan sempurna dan keikhlasan yang tulus, seraya memohon agar Dia memberi kita kemampuan untuk menempuh sebab-sebab.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murniya, mudah-mudahan Tuhan kalian akan menutupi kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (QS.At-Tahrim: 8)

Taubat yang murni dan penghadapan yang tulus dengan kembali kepada Allah SWT adalah salah satu sebab kebahagiaan sempurna pada hari kiamat dan jalan untuk menyertai Nabi SAW.


وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا

Dan barangsiapa yang menaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu nabi-nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang yang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.(QS. An-Nisa': 69)

Maka, sejak sekarang hendaklah Anda bersungguh-sungguh menyucikan diri dari kotoran-kotoran dosa dan maksiat, karena Anda semua menghadapi kedatangan bulan Ramadhan. Karunia Allah di bulan Ramadhan lebih luas daripada di waktu lainnya. Maka, persiapkan diri Anda semua untuk menghadapi kewajiban agung ini. Nabi SAW. bersabda,

Barangsiapa telah didatangi bulan Ramadhan, tetapi tidak mendapatkan ampunan dari Allah, maka Allah tidak akan memberikan ampunan kepadanya.

Orang yang celaka adalah yang dihalangi dari rahmat Allah SWT pada bulan Ramadhan. Adalah wajib untuk mengingatkan diri tentang keutamaan bulan ini dan mempersiapkannya untuk beramal di dalamnya. Ramadhan telah mendorong amal yang banyak dan kewajiban yang luhur, seperd puasa, shalat, dzikir, serta membaca kitab Allah yang bisa membersihkan jiwa dan menghidupkan hati. Nabi SAW bersabda,

Puasa dan Al-Qur'an, pada hari kiamat akan memberikan syafaat kepada hamba. Puasa berkata, 'Rabbi, aku telah mencegahnya dari makan dan syahwat, maka perkenankan aku memberikan syafaat kepadanya.' Al-Qur'an berkata, 'Rabbi, aku telah mencegahnya dari tidur malam, maka perkenankan aku memberikan syafaat kepadanya.' Maka keduanya di perkenankan memberikan syafaat kepadanya.

Rasul SAW membaca dan mempelajari Al-Qur'an di hadapan Jibril pada bulan Ramadhan, sekali. Dan pada tahun terakhir beliau membacanya dua kali. Dakwah Anda semua adalah dakwah Al-Qur'an, sedangkan Anda sekalian mengatakan, "Al-Qur'an adalah pedoman hidup kami." Maka, bulan Ramadhan adalah dakwah Anda. Perbanyaklah membaca Al-Qur'an dan renungkan kandungannya, karena Anda akan mendapatkan kenikmatan baru padanya ketika membaca ulang, sekalipun Anda seorang hafizh (penghafal) Al-Qur'an. Anda akan merasakan pengaruh yang menakjubkan jika membacanya dengan penghayatan makna. Jangan berusaha memahaminya dengan mendalami hal-hal yang pelik-pelik dan kajian yang njlimet, tetapi bacalah sebagaimana para sahabat Rasulullah SAW membacanya. Barangsiapa membacanya seperti ini, maka untuk setiap huruf yang dibacanya ia mendapat sepuluh kebaikan, dan Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mendengarkan satu ayat dari kitab Allah, maka ia akan mendapatkan cahaya dan petunjuk pada hari kiamat.

Ketahuilah bahwa bulan ini merupakan bulan sedekah dan kezuhudan terhadap materi. Karena itu, banyaklah menyantuni fakir miskin. Rasulullah SAW adalah manusia yang paling dermawan dan kedermawanan beliau paling besar terlihat pada bulan Ramadhan. Berusahalah agar, Anda mempunyai amalan yang tidak Anda tinggalkan selama bulan Ramadhan. Bersemangatlah dalam melaksanakan shalat tarawih. Kita melaksanakannya dengan membaca seluruh Al-Qur'an, delapan rakaat. Shalat tarawih merupakan salah satu sunah muakadah serta syiar dan kekhususan bulan Ramadhan. Ia adalah wadah tempat hati seorang muslim berhubungan dengan Tuhannya. Nabi SAW didatangi oleh Jibril pada bulan Ramadhan, lantas membacakan Al-Qur'an di hadapannya. Karena Ramadhan adalah puasa di siang hari sekaligus cocok untuk menjadi bulan bangun di malam hari, sedangkan malam sangat cocok untuk dilaksanakan shalat. Jumlah rakaat dalam shalat tarawih adalah delapan, itulah yang dilaksanakan oleh Rasulullah SAW. Bisa pula dua puluh rakaat, yaitu sebagaimana yang dilaksanakan oleh Umar ra. Ada pula yang melaksanakan tiga puluh enam rakaat, dan ini sebagaimana yang dilaksanakan oleh penduduk Madinah. Masing-masing mempunyai dasar dari sunah.

Tujuan pelaksanaan shalat tarawih adalah menjalin interaksi dengan Allah dan Kitabullah. Disunahkan untuk memanjangkan shalat tarawih ini. Shalat tarawih tidak dimaksudkan untuk memperbanyak rakaat saja, sebagaimana yang dilakukan oleh kebanyakan orang, sambil melaksanakannya secara tergesa-gesa sehingga menjadikannya cacat, sementara mereka lupa bahwa shalat tarawih ddak lain untuk menikmati kitabulah dan inilah rahasia di dalamnya. Jika ada pertentangan antara kedua hal itu, maka mencukupkan dengan delapan rakaat panjang lebih baik daripada dua puluh rakaat dengan tergesa-gesa. Diriwayatkan dari Abu Bakar ra. yang berkata, "Kami meninggalkan shalat tarawih, agar orang-orang yang berpuasa bisa segera makan sahur, lantaran khawatir terbitnya jajar. "

Mereka biasa membaca seluruh surat Al-Baqarah, bersandar di atas tongkat karena lamanya berdiri dan membaca, sehingga mereka bisa menkmati kitab Allah. Yang dikehendaki dalam pelaksanaan shalat ini adalah perhatian terhadap jiwa pensyariatannya, pelaksanaannya sebaik mungkin, dan pemanfaatan kesempatan untuk mendengar bacaan Al-Qur'an. Adapun acara ritual yang dilakukan oleh sebagian umat Islam sehingga menimbulkan suara gaduh di masjid, seperti shalawat dan kalimat la ilaha illallah wahdahu la syarikalah... dst. yang mereka baca dengan suara keras, itu sama sekali bukan termasuk dalam ajaran agama. Menghadapi keadaan ini, seorang mursyid harus berlaku lemah lembut dalam dakwah dan menggunakan kebijaksanaan dalam memberikan bimbingan, tanpa kekerasan.


ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik. (QS. An-Nahl: 125)

Jika kita mempunyai kekuatan, maka kita bisa memaksa mereka, tetapi jika tidak, maka kita harus mengajak mereka dengan lemah lembut.


وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. (QS. An-Nur: 54)

Yang bertanggung jawab terhadap kondisi seperti ini adalah Departemen Wakaf dan Al-Azhar Asy-Syarif. Tidak perlu menciptakan persengketaan antara seorang muslim dengan saudara muslim lainnya. Menjaga persatuan adalah kewajiban, sedangkan shalat tarawih adalah sunah. Menjaga kewajiban itu lebih utama daripada menjaga sunah. Para da'i dan mursyid berkewajiban untuk mengarahkan perhadan para pemimpin mereka untuk memperbaiki keadaan ini dengan bijaksana. Hendaklah Anda semua senantiasa menjaga pelaksanaan sesuatu yang lebih sempurna dan lebih baik.

Di bulan Ramadhan Anda juga menanti malam-malam mulia, saat kebaikan tercurah. Malam ketujuh belas adalah malam bersejarah yaitu ketika pertolongan teoritis dan praktis terwujud nyata dalam perang Badr, saat dua pasukan saling berhadapan.


فِئَةٌ تُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأُخْرَى كَافِرَةٌ يَرَوْنَهُمْ مِثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِ وَاللَّهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهِ مَنْ يَشَاءُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لِأُولِي الْأَبْصَارِ

Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) vang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang- orang yang mempunyai mata hati. (QS. Ali I mran: 13)

Lailatul Oadar jatuh pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Bahkan sepuluh malam ini merupakan malam-malam tajalli, karena itu hendaklah Anda menggembleng jiwa di dalamnya dan membersihkannya dari urusan-urusan dunia. Menghadaplah kepada Allah dengan shalat, munajat, dan terus-menerus berdoa, karena Allah menyukai orang yang terus-menerus berdoa. Barangsiapa memiliki waktu luang, hendaklah beri'tikaf dan tidak keluar dari masjid kecuali untuk kebutuhan yang mendesak, karena i'tikaf adalah sunah Rasulullah SAW. dan dilaksanakan pula oleh orang-orang shalih. Adapun yang mempunyai kesibukan, setidaknya supaya beri'tikaf di malam hari. Jika sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan datang, beliau SAW. "mengencangkan sarung", melaksanakan qiyamul lail, dan membangunkan istri-istrinya.

Ketahuilah bahwa interaksi yang dikehendaki di bulan Ramadhan adalah interaksi dalam ketaatan kepada Allah, tidak dalam permainan. Tetapi yang dilakukan manusia justru sebaliknya, mereka menjadikan Ramadhan sebagai bulan kelalaian dan permainan. Di antara mereka ada yang menghabiskan waktu-waktu di bulan Ramadhan di kelab-kelab, tempat-tempat hiburan, dan kafe-kafe. Di antara mereka ada juga yang mendatangi seorang fakih di satu ruangan untuk membaca Kitabullah di dalamnya, setelah itu mereka meninggalkannya ke ruangan lain untuk berbincang-bincang semaunya, tidak mendengarkan ataupun mcntadabun ayat Al-Qur'an.

Suatu ketika Ibnu Masud ra. berlalu di hadapan sekelompok orang yang berada di sisi jalan. Ia berkata kepada mereka, "Para sahabat Muhammad biasa saling berkunjung karena Allah." Mereka menjawab, "Motif kami keluar dari rumah tidak lain adalah saling berkunjung karena Allah." Ia berkata kepada mereka, "Bergembiralah. Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda,

Kamu semua tetap dalam keadaan baik, selama masih saling mengunjungi.

Karena itu, Ikhwan sekalian, hendaklah Anda semua menjadikan bulan ini sebagai bulan ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah dan melaksanakan tradisi yang dilakukan oleh salafus-shalih radhiyallahu 'anhum. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada Sayidina Muhammad, juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya. [Sumber: Ceramah-ceramah Hasan Al-Banna, Keutamaan Ramadhan]

On Label: , | 0 Comment

BERUBAH atau MATI! Untuk apa suatu organisasi terus dipertahankan kalau ia hanya menjadi beban masyarakat? Hidup, tetapi mengidap penyakit ketuaan, tidak memberi manfaat, dan menyulitkan banyak orang. Kalimat ini adalah opening note yang sedikit saya revisi dari sebuah buku yang saya baca beberapa waktu lalu tentang perubahan.

Perubahan atau change bukanlah kata yang asing di telinga kita. Salah satu contohnya adalah “mahasiswa itu agen perubahan”. Dan kita memahami bahwa perubahan itu tidak kemudian dilakukan dari hal yang mula-mula besar, tapi dirintis dari hal-hal yang kecil. Akan tetapi, meskipun begitu, banyak kemudian orang yang susah melakukan perubahan meski kecil, hanya karena alasan susahnya memulai untuk berubah. Tidak banyak memang orang yang mampu melihat momentum perubahan, apa saja yang harus diubah, dan bagaimana merubahnya. Dari sebagian orang yang mampu ‘melihat’ perubahan, hanya beberapa yang kemudian mampu melakukan sesuatu atau bergerak untuk berubah. Banyak dari kita kemudian hanya mampu menjadi penonton dalam melihat realitas yang ada. Tidak berhenti sampai disini, dari beberapa yang mampu ‘bergerak’ itu perlu disadari bahwa hanya ada sedikit yang ‘mampu menuntaskan perubahan’. Melihat realitas hari ini dengan perubahan yang terjadi, di dalam diri kita, lingkungan kita, hingga bangsa kita, sudahkah perubahan yang terus menerus dilakukan itu tuntas sehingga kita layak menyandang gelar seorang agen perubahan?

“We can not solve the problem by using the same kind of thinking we used when we created them”. - Albert Enstein. Sebagian besar orang telah terperangkap oleh kesuksesan masa lalu. Pada beberapa hal, kita kemudian seringkali menggunakan cara-cara yang sama, strategi yang sama, dalam meyelesaikan permasalahan yang terus bergulir pada jaman yang berbeda. Seperti kata Peter Drucker, bahaya terbesar dalam turbulensi bukanlah turbulensi itu sendiri, melainkan "cara berpikir kemarin" yang masih digunakan untuk menyelesaikan masalah hari ini. Sometimes, nowadays, we have to change the rule of the game! Semestinya, ada inovasi solusi dalam mensiasati persoalan yang bergulir ketika menghadapi medan yang sangat variatif. Hal ini kemudian bisa jadi menjawab permasalahan-permasalahan kita di lapangan dalam kerja-kerja kita. Ketika terjadi sebuah hambatan dalam mengusung perubahan banyak yang kemudian stagnan dengan beribu alasan, atau tidak mampu ‘melihat’ secara visioner, ‘bergerak’ dengan kerja cerdas --bukan sekedar kerja keras, lalu menuntaskan sebuah perubahan.

Ada beberapa hal yang kemudian menghalangi kita dalam mengusung dan menuntaskan perubahan. Apakah itu? Mari kita uraikan sebagai berikut. Jika ada beberapa orang yang hendak pergi ke suatu tempat yang belum pernah ia kunjungi, seharusnya apa yang dia bawa? Peta. Ya, betul sekali. Peta adalah hal yang penting dalam perjalanan gerak menuju perubahan. Jangan sampai kemudian kita membawa peta yang salah. Sekalipun dalam perjalanan tersebut sudah ditunjuk seorang pemimpin, tetap saja semua anggota tim harus mampu ‘melihat’ medan. Hal ini penting, karena jika hanya pemimpin yang mampu melihat medan, bagaimana perubahan itu akan terjadi? Itu tidak mungkin terjadi. Tugas seorang pemimpin adalah menjadi co-team yang membantu mengarahkan dan mempercepat pengambilan keputusan. Begitupun dalam aktivitas kita. Tidak seharusnya kemudian mengandalkan hanya pada pemimpin atau oang-orang tertentu dalam tim. A leader takes people where they want to go. A great leader takes people where they don’t necessarily want to go but ought to be (Rosalynn Carter).

Berikutnya, tentang disiplin. “Bagaimana mau bicara soal disiplin organisasi kalau soal disiplin diri aja masih ribet”, pernyataan ini sempat terlontar dalam diskusi ringan saya dengan seorang teman beberapa tahun yang lalu. Setiap organisasi punya kultur, beberapa organisasi memiliki kedisiplinan, namun hanya sedikit organisasi yang punya kultur kedisiplinan. Selebihnya yang sangat menghalangi perubahan adalah kesolidan organisasi, komunikasi yang tidak berimbang, dan komitmen yang tidak kuat. Apabila hal-hal tersebut mampu di-cover semestinya tidak ada hambatan lagi untuk berubah.

Meminjam kata Mahatma Gandhi, kebahagiaan akan terjadi ketika apa yang kita pikirkan, apa yang kita katakan, dan apa yang kita lakukan kemudian menyatu dalam sebuah harmoni. Rangkaian kata tersebut sebenarnya telah kita pahami dalam Islam sebagai sebuah iman, a belief. Ketika kemudian kita menyadari bahwa setiap progress yang kita lakukan adalah bagian dari perjalanan perubahan hidup kita, maka pasti nantinya akan muncul sebuah harapan. Harapan itu akan seperti sebuah jalan di sebuah kota, dimana jalan itu semula tidak ada, lalu orang-orang berjalan di atasnya, barulah kemudian jalan itu terlihat keberadaannya (the road of hope comes into existence). Harapan perlu dipelihara dan dikendalikan dengan baik karena ia merupakan ekspektasi yang jika tidak diarahkan dengan benar justru akan menumbuhkan benih kekecewaan-kekecewaan apabila tidak tercapai.

Ada seseorang yang mengungkapkan bahwa, “Seorang pemimpin yang gagal menyelesaikan perubahan adalah seperti mahasiswa yang tak pernah diwisuda”. Atau dalam ungkapan lain yang pernah saya alami, meminjam redaksional Bunda Marwah Daud Ibrahim, “Bukan sebuha skripsi yang menggebrak, luar biasa idenya yang bagus, tapi juga ia yang selesai atau tuntas”. Begitupun dengan perubahan, bukan yang sangat menggelegar, atau penuh mimpi-mimpi tinggi, tapi apakah ia adaptif? Apakah ia aplikatif? Apakah ia mampu di target, diberi indicator dan dituntaskan? Oleh karena itu, kita harus pandai-pandai dalam me-manaj sebuah perubahan dimanapun kita berada, baik untuk diri kita sendiri, organisasi yang kita terlingkup di dalamnya, untuk masyarakat luas, ataupun untuk negeri kita tercinta, Indonesia. Seorang pemuda hari ini tidak lagi menunggu momentum ”melihat rakyat tertindas” terlebih dahulu untuk berubah dan selalu mengulang sejarah. Sukarno telah berpesan, “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, akan tetapi perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” Untuk mahasiswa muslim Indonesia, selamat bergerak, teruskan perjuangan, tuntaskan perubahan! []


Penulis : Ita Roihanah, ST
Freelance Architect and Researcher
Sekretaris Departemen Kebijakan Publik KAMMI Malang Raya

On Label: , | 0 Comment

Terlihat wajah semangat yang berlumur air keringat, terliha seorang mahasiswa, namanya Ming Ming. Memakai gamis hijau, jilbab lebar dan tas ransel berwarna hitam, dia memasuki lobi Universitas Pamulang (UNPAM), Tangerang. Dia adalah mahasiswa semester 1 jurusan akuntansi. Usianya baru 17 tahun. Dan dia adalah salah satu mahasiswa TERPANDAI di kelasnya.

Saat kelas usai, dia pergi ke perpus. “Ilmu sangat penting. Dengan Ilmu saya bisa memimpin diri saya. Dengan ilmu saya bisa memimpin keluarga. Dengan ilmu saya bisa memimpin bangsa. Dan dengan ilmu saya bisa memimpin dunia.” Itu asalan Ming Ming kenapa saat istirahat dia lebih senang ke perpustakaan daripada tempat lain. (keren ya…)

Sore hari setelah kuliah usai, Ming Ming menuju salah satu sudut kampus. Di sebuah ruangan kecil, dia bersama beberapa temannya mengadakan pengajian bersama. Ini adalah kegiatan rutin mereka, yang merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa di UNPAM. Setelah itu, dia bergegas keluar dari komplek kampus.

Namun dia tidak naik kendaraan untuk pulang. Sambil berjalan, dia memungut dan mengumpulkan plastik bekas minuman yang dia temui di sepanjang jalan. Dia berjalan kaki sehari kurang lebih 10 km. Selama berjalan itulah, dengan menggunakan karung plastik, dia memperoleh banyak plastik untuk dia bawa pulang.
Rumah Ming Ming jauh dari kampus. Dia tinggal bersama ibu dan 6 orang adiknya yang masih kecil-kecil. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana yang mereka pinjam dari saudara mereka di Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor. Biasanya setelah berjalan hampir 10 km, untuk sampai ke rumahnya Ming Ming menumpang truk. Sopir truk yang lewat, sudah kenal denganya, sehingga mereka selalu memberi tumpangan di bak belakang. Subhanallah, setelah truk berhenti dengan tangkas dia naik ke bak belakang lewat sisi samping yang tinggi itu. (can you imagine it ?)

Ming Ming sekeluarga adalah pemulung. Dia, ibu dan adik-adiknya mengumpulkan plastik, dibersihkan kemudian dijual lagi. Dari memulung sampah inilah mereka hidup dan Ming Ming kuliah.
Ini adalah cerita nyata yang yang ditayangkan dalam berita MATAHATI di DAAI TV sore kemarin (26/5/2008). Di Trans TV juga disiarkan hari selasa kemarin, di acara KEJAMNYA DUNIA Sungguh episode yang membuat bulu kudu kita merinding dan mata kita berkaca-kaca.

Ming Ming Sari Nuryanti (Mahasiswi Universitas Pamulang) Menjadi Pemulung untuk membiayai kuliah dan melanjutkan hidupnya.

Ming Ming Sari Nuryanti, Pangilannya Muna. Ia lahir di Jakarta, 28 April 1980 sebagai putri pertama dari tujuh bersaudara pasangan Syaepudin (45) dan pujiyati (42). Syaepudin, ayahnya, adalah seorang karyawan di sebuah tempat hiburan di daerah ancol, Jakarta Utara. Setiap hari ia mengumpulkan bola bowling . Sementara ibunya Pujiyati adalah seorang ibu rumah tangga sederhana. Lisa, adiknya yang pertama, duduk dibangku kelas 3 SMU Negeri I Rumpin. Melati, adiknya yang kedua, duduk dibangku kelas 2 di SMU yang sama. Kenny, adiknya yang ketiga, duduk dibangku kelas 6 SD Sukajaya. Sementara tiga adiknya yang lain juga masih sekolah disekolah yang sama. Romadon di kelas 5, Rohani di kelas 4 dan Mia di kelas 1.

Pada tahun 1994, dengan ekonomi yang pas-pasan Muna bersama keluarganya mengotrak rumah sangat sederhana di daerah Kosambi, Cengkareng. Orang tua muna menggeluti usaha rempeyek untuk mencukupi kebutuhan keluarga yang memang hasilnya tidak menjanjikan. Disela kehidupan yang cukup prihatin, Muna, yang pada waktu itu masih berusia 4 tahun menunjukan potensi dirinya yang berbeda dengan anak-anak lainnya. Dalam usia yang sedini ini, ia memaksa orang tuanya untuk memohon kepada kepala sekolah SDN 02 Kosambi agar menerimanya sebagai murid kelas 1. Hasilnya menggembirakan, ia tidak mengalami masalah dan bahkan dapat naik ke kelas 2 dengan hasil yang memuaskan.

keluarga ming-ming Saat Muna beranjak kelas dua, yaitu tahun 1996 Muna bersama keluarga hijrah ke daerah Bogor, Rumpin. keluarga mereka membuka usaha warung makanan dengan modal yang pas-pasan. Setahun berjalan, usaha itu bangkrut. Hingga untuk bisa bertahan hidup mereka hanya mengkonsumsi bubur atau singkong. Hal itu berlanjut hingga lima tahun.
Suatu hari, ada seorang teman ayah Muna yang memberitahu bahwa gelas dan botol bekas air mineral dapat dijadikan uang . Saat itu juga serentak seluruh keluarga mengumpulkan gelas dan botol bekas air mineral. Hampir setiap hari keluarga mereka berbondong-bondong keluar sambil membawa karung dan terkadang pulang hingga jam tiga pagi. Gelas bekas yang dikumpulkannya ini dihargai delapan ribu rupiah untuk setiap kilonya. Dalam sehari Muna dapat mengumpulkan sebanyak satu karung gelas plastik bekas atau seberat satu kilo gram.

Dari usaha yang baru ini membawa sedikit angin segar bagi keluarga Muna, terlebih bagi dirinya sendiri yang memang sangat bersemangat untuk menempuh pendidikan setinggi tingginya. Dalam keadaan yang sulit sekalipun prestasi belajarnya cukup menggembirakan. Semenjak SD hingga SMU Muna selalu mendapat peringkat tiga besar. Sebelum meninggalkan bangku SMU ia pernah mendapat juara 2 lomba puisi dan ia pun masuk kedalam sepuluh besar lomba membawakan berita pada peringatan hari bahasa pada waktu itu. Pada bangku kuliah pun ia masuk dalam peringkat sepuluh besar pada universitas Pamulang jurusan akuntansi. Potensi inilah yang membakar semangatnya dan memperoleh dukungan keluarga untuk terus belajar.
Tahun ajaran 2007-2008 masih dalam keadaan cukup prihatin Muna memberanikan diri mencicipi bangku kuliah. Tekadnya bulat untuk memilih jurusan akuntansi yang dalam benaknya dapat memudahkan mencapai cita-citanya untuk dapat bekerja pada Perusahaan besar. Dengan biaya kuliah Rp. 900.000 per semester dapat dicicilnya setiap bulan sebesar Rp. 150.000. Jadi, apabila ia ingin kuliah maka ia pun harus bekerja keras siang malam.

Semangat dalam belajar dan bersabar dalam meniti jalan kehidupannya membuat muna dapat dikatakan memiliki suatu yang lebih diantara kawan sebayanya. Meskipun terkadang hanya makan sekali dalam sehari tidak membuatnya kehilangan energi dalam menuntut ilmu. Muna yang memang dikenal juga anak yang pandai bergaul dan periang ini bergabung bersama kawan-kawannya di UKM MUSLIM. . Keprihatinan yang dialami keluarga Muna baru diketahui ketika kawan-kawannya berkunjung ke rumahnya. Semenjak itu, ia semakin mendapat perhatian dari pengurus UKM MUSLIM dan kawan-kawannya dengan memberinya bantuan yang memang jumlahnya belum cukup signifikan.

Ust. Harist, salah seorang Pembina MUSLIM merekomendasikan Muna untuk mendapat bantuan beasiswa melalui DPU DT. Alhamdulillah, setelah mengikuti seleksi akhirnya Muna lolos menjadi anggota program BEA MAHAKARYA DPU DT. Dalam program BEA MAHAKARYA ini selain mendapat bantuan finansial ia juga memperoleh serangkaian pendidikan dan pelatihan yang dapat menjadi bekal bagi dirinya kedepan. Muna terlihat semakin optimis mengejar cita-citanya. Selain itu pula atas usaha dan dukungan kawan-kawannya ia dapat diliput dibeberapa media cetak dan elektronik yang mudah mudahan dapat dijadikan pintu keluar bagi keprihatinan yang ia alami sekeluarga selama ini.

On Label: , , | 0 Comment

PKS PIYUNGAN: Remaja-Remaja yang Berwibawa | Panggung Sejarah Mi...: Oleh Muhammad Arwan Rosyadi * Sejarah telah mengajari kita: untuk menjadi pahlawan tak harus menunggu tua. Siapa tak kenal Al-Fatih ? Men...

On Label: | 0 Comment

Kunci Jawaban UKK Mengelola Kas Kecil kelas XI AP 
  1. BPKK silakan klik di sini lho
  2. Buku kas kecil dana tetap klik di sini ya

On Label: | 0 Comment

jawaban UKK Menyusun LAporan Keuangan XI UJP bisa di download di sini

On Label: | 0 Comment

Bagi anak2ku kelas XI UPW/UJP 1,2 dan 3, Nilai UKK dapat di lihat  Klik DI sini. Tanda Merah berarti REMIDI pada KD tersebut. Maka Persiapakan diri ANda. Remidi akan kita lakukan pada hari Selasa, 12 Juni 2012 di ruang 20 dan 21 Jam 07.30

On Label: | 0 Comment

Bagi anak2ku kelas XI AP 1,2, dan 3 silakan lihat nilai kalian Klik Di SINI YA . Jika keterangannya L berarti tuntas atau lulus, jika R maka berarti REMIDI sesuai dengan KD yang bersangkutan. Remidi akan kita laksanakan pada hari Senin, 11 Juni 2012. Jam 07.30. Ruang 4,5, dan 6. Beritahu yang lain jika kamu sudah membukanya. Terimakasih.

On Label: | 0 Comment


Saya pikir pastinya Word 2007 lebih canggih daripada Word 2003, bukan sebaliknya. Hanya caranya saja yang belum ketemu. Lantas sayapun bertanya kepada si mbah Google. Tapi hasilnya nihil karena kebanyakan hanya membahas cara membuat MailMerge, bukan mengatasi masalah yang saya hadapi.

Setelah semalaman kotak-katik, akhirnya ketemu juga cara mengatasi masalah numerik dan desimal pada Word 2007 ini. Mau tahu?

Jika sobat mendapati masalah serupa seperti nampak pada gambar berikut:


Langkah-langkah untuk mengatasinya adalah:
  • Klik pada bagian angka-angka yang ingin dibuat desimal sehingga membentuk blok, lalu klik kanan mouse dan pilih Edit Field:
  • Setelah muncul kotak dialog, klik Field Codes, yang terletak di pojok kiri bawah, sehingga muncul Advance Field Properties, seperti ini:

    Agama adalah nama Field untuk Nilai Pendidikan Agama
  • Untuk menjadikan desimal dengan 2 digit dibelakang koma, tambahkan kode \# "0,00", seperti ini:

    Catatan:
    • Setingan Regional and Languange Options pada Control Panel diset ke Indonesia.
    • Lakukan proses edit field tersebut pada semua field yang ingin diubah.
  • Setelah itu klik OK, maka hasilnya akan seperti ini:

Lalu bagaimana untuk mengatasi masalah penanggalan atau uang padaMailMerge Word 2007? Caranya sama saja dengan cara di atas hanya penambahan kode pada field codes-nya saja berbeda:
  • Untuk tanggal, tambahkan kode: \@ "dd MMMM yyyy"
  • Untuk uang, tambahkan kode: \# "#.##0,00"


OK sob, segitu saja infonya. Semoga bermanfaat.

On | 0 Comment


This entry was posted by  Thursday, 4 September, 2008
Read the rest of this entry »
Apakah anda orang yang terbiasa mengerjakan banyak dokumen dengan mail merger ? adakah perbedaan dalam mengelola mail merge dengan MS windows sebelum versi 2003 dengan MS windows 2003 dan sesudahnya ? penulis yakin pasti ada dan masalah terbesar dalam mail merge ini adalah masalah tampilan angka desimal serta format tanggal, mungkin kalau digambarkan permasalahan klasik tentang kedua masalah pokok diatas bisa dilihat pada gambar dibawah ini :

Sementara data sumber mail merge tersebut dari file excel misal seperti dibawah ini :

Lalu bagaimana memecahkan masalah tersebut supaya hasil akhir mail merge anda terlihat seperti gambar dibawah ini (perhatikan format tanggal dan pengaturan angka desimal !) :

secara singkat inilah cara pemecahan masalah tersebut

Seperti biasa anda siapkan dokumen utama untuk proses mail merge, berdasarkan kasus contoh diatas, maka file master nya tampak sebagai berikut :

Mari kita atur supaya angka desimal kita batasi dua angka dibelakang koma, langkah pertamaadalah anda melakukan klik kanan pada variabel yang akan diatur format desimalnya, lihat gambar dibawah, misal kita akan mengatur tampilan desimal untuk variabel nilai bahasa inggris.

Dari menu pop up diatas pilih Edit Field …, maka akan tampil kotak dialog dibawah ini :

Seteleh itu klik Field Codes, maka akan keluar jendela editor filed code seperti berikut :

Pada jendela diatas klik OPtions…, perhatikan gambar dibawah, untuk data-data angka yang akan anda format menjadi desimal dengan dua digit dibelakang koma,maka ketikan kode \# ##,##

Sedangkan untuk pengaturan tanggal anda masukan kode berikut pada setiap field yang akan anda atur \@ “dd MMMM YYYY”

Selanjutnya lakukan penggabungan mail merge ke dokumen baru atau printer dan lihat hasilnya akan tampak sebagai berikut :

On | 0 Comment

Artikel Populer

REMBULAN HATI

MENCERAHKAN HATI DENGAN CAHAYA-NYA MENYINARI BUMI DENGAN SYARIAT-NYA

FB _Q

Pengikut

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Diberdayakan oleh Blogger.