Modul SMK, Akuntansi, Keislaman, Tarbiyah, Motivasi dan Inspirasi

Bisnis Online yang menepati janji dan bukan Tipuan. Mari Bergabung...

Yang Muda Yang Membuat Perubahan
WWW.DEPKES.GO.ID


Peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) setiap tanggal 1 Desember merupakan salah satu kesempatan khusus dimana negara-negara di dunia, termasuk Indonesia melakukan evaluasi terhadap perkembangan epidemi HIV dan upaya penanggulangan yang lebih giat lagi.

Tema peringatan HAS tahun ini sama dengan tahun 2007 lalu yaitu “Kepemimpinan” dengan sub tema “Yang Muda Yang Membuat Perubahan”. Tema ini menjadi sangat relevan mengingat tingginya proporsi usia muda pada kelompok penduduk yang paling rawan terinfeksi. Kepemimpinan pemuda dalam upaya penanggulangan epidemi ganda AIDS dan narkoba di tanah air akan mengubah jalannya epidemi.

Hal itu disampaikan oleh Aburizal Bakrie Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) pada Peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2008, di Jakarta.

Sesuai dengan tema nasional HAS tahun ini yang difokuskan kepada pemuda, Kementerian Negara Pemuda dan Olah Raga (Kemenegpora) dipercayai oleh Menko Kesra selaku Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) sebagai Ketua Panitia Pelaksanaan Hari AIDS Sedunia (HAS) Tahun 2008.

Menurut Menko Kesra, perkembangan epidemi yang semakin memprihatinkan, menjadi sangat penting bagi semua jajaran Pemerintah baik pusat maupun daerah untuk mendorong kepemimpinan pemuda khususnya dalam upaya pencegahan penularan HIV. Pemuda harus mengambil tanggung jawab dan solusi atas masalah pada generasinya. Pemerintah bersama-sama dengan kalangan pemuda harus mengupayakan integrasi orang yang terinfeksi HIV (ODHA), untuk diterima oleh masyarakat dan mendapatkan layanan-layanan sosial dan medis yang memadai.

Menurut estimasi Departemen Kesehatan, hingga September 2008, jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia mencapai 21.151 kasus yang terdiri dari 15.136 kasus AIDS dan 6.015 kasus HIV. Proporsi kumulatif kasus AIDS tertinggi dilaporkan pada kelompok umur 20-29 tahun (51,1%), kemudian kelompok umur 30-39 tahun (29,3%) dan kelompok umur 40-49 tahun (8,5%) serta kelompok umur 15-19 tahun (3%).

Proporsi terbanyak pada usia 20-29 tahun tersebut, mengimplikasikan bahwa terjadi transmisi dan penularan virus HIV pada kurun waktu 5-10 tahun sebelumnya yaitu pada usia 10-19 tahun. Hal ini perlu mendapat perhatian yang serius mengingat penyakit ini mempunyai dampak psikososial yang sangat tinggi dan berimplikasi terhadap masalah masa depan anak bangsa.

Faktor penyebab utama dari infeksi HIV/AIDS dilihat dari hasil Survey Terpadu Biologis Perilaku (STBP) 2007 adalah Pengguna Jarum Suntik/Penasun (52,4%), kedua adalah Waria (32,4%), Wanita Pekerja Seks (7,8%), dan Pria Berisiko Tinggi (6%). Dari kelompok Penasun, sekitar 47% berusia 25-29 tahun, 31% berusia kurang dari 24 tahun dan 22% diatas 30 tahun. Umumnya penasun mulai menyuntik pada usia dibawah 18 tahun (29%), usia 19-21 tahun (29%), usia 22-25 tahun (26%, dan usia diatas 25 tahun (16%).

Penyebaran kasus AIDS terjadi hampir semua propinsi (32 provinsi). Dari 32 provinsi itu, 10 provinsi diantaranya yaitu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Papua, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Kepulauan Riau, merupakan kasus AIDS yang terbanyak.

Lembaga Dunia UNAIDS memperkirakan jumlah orang dengan HIV/AIDS di Indonesia sudah mencapai 160.000-216.000 orang dan di dunia setiap hari terdapat lebih dari 5.000 orang berusia 15-24 tahun menjadi pengidap baru HIV dan AIDS, dan hampir 1.800 orang yang hidup dengan dengan HIV positif berusia 15 tahun tertular dari ibunya, serta sekitar 1.400 anak di bawah 15 tahun meninggal akibat mengalami fase AIDS. Data ini menunjukkan bahwa begitu besarnya resiko yang dihadapi kelompok usia muda di Indonesia.

Untuk penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia, pemerintah secara bertahap mulai mengembangkan layanan HIV/AIDS mulai dari early detection yaitu dengan pengembangan layanan konseling dan testing HIV, sampai ke prompt treatment meliputi peningkatan gizi, pengobatan infeksi oportunistik, prophilaksis cotrimoksasol, pengobatan antiretroviral, pengobatan efek samping dan lain-lain.

Pengobatan dengan antiretroviral sangat berdampak positif untuk meningkatkan kualitas hidup ODHA. Sampai saat ini ada sekitar 10.000 dari 33.000 ODHA yang pernah masuk pelayanan HIV/AIDS bisa produktif kembali karena pengobatan antiretroviral.

Saat ini berbagai layanan HIV/AIDS sudah tersedia di hampir seluruh Propinsi dan menyebar luas di Indonesia. VCT (Voluntary Conselling and Testing) dapat diperoleh berbagai informasi mulai dari cara penularan, cara pencegahan, cara pengobatan, dan lain-lain. Jumlah layanan VCT sebanyak 468 yang tersebar di 190 Rumah Sakit, 14 RS Jiwa, 119 Puskesmas, 115 LSM, dan 30 Lapas.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-5223002 dan 52921669, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id.
[Indeks]

No comments for "Yang Muda Yang Membuat Perubahan"!

Artikel Populer

REMBULAN HATI

MENCERAHKAN HATI DENGAN CAHAYA-NYA MENYINARI BUMI DENGAN SYARIAT-NYA

FB _Q

Pengikut

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Diberdayakan oleh Blogger.